Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Serat optik yang diimplantasikan dapat menyebabkan diagnosis dini penyakit

Optogenetika melibatkan penggunaan pulsa cahaya untuk merangsang sel-sel di otak. Ini digunakan sebagai bentuk terapi yang menjanjikan dan telah digunakan dalam operasi seperti membalikkan kebutaan, menghalangi rasa sakit, dan mengatur ulang jam biologis kita untuk membantu kita tidur dan bekerja lebih baik. Dan meskipun teknik ini telah mendapatkan popularitas, itu masih sedikit berisiko dan tergantung pada sumber cahaya yang digunakan untuk memeriksa konten lunak di dalam tengkorak kita. MIT, bekerja sama dengan Universitas Harvard, telah meluncurkan solusi yang melibatkan penggunaan serat optik yang lembut dan elastis yang dapat digunakan untuk optogenetika, serta bertindak sebagai lampu peringatan untuk penyakit di bagian tubuh lainnya.
implan-optik-serat-2

Serat hidrogel dibungkus polimer dan sefleksibel licorice, tetapi cukup kuat untuk menahan dekomposisi. Ini membuatnya ideal untuk berfungsi sebagai implan tahan lama yang memberikan stimulasi atau terapi jangka panjang yang menghindari kerusakan jaringan di sekitarnya.

Tetapi serat optik juga dapat digunakan untuk bertindak lebih dari sekadar balok koreksi otak yang tidak berbahaya. Tim mengambil bagian serat yang berbeda dan mewarnainya dengan pewarna merah, hijau, dan biru. Setelah menyinari laser di seluruh panjangnya, bagian merah diregangkan, dan dengan menganalisis intensitas lampu merah yang melewati sisi lain, tim dapat menentukan porsi serat yang tepat yang diregangkan.

“Ketika Anda meregangkan bagian tertentu dari serat, dimensi bagian serat itu berubah, bersama dengan jumlah cahaya yang diserap dan dihamburkan oleh wilayah tersebut, jadi dengan cara ini, serat dapat berfungsi sebagai sensor tegangan” kata mahasiswa pascasarjana MIT Xinyue Liu.

Pentingnya penemuan ini adalah bahwa serat sekarang dapat digunakan sebagai pengukur regangan implan atau dpt dipakai yang dapat diterapkan pada panjang lengan atau kaki pasien dan melacak mobilitas anggota gerak setelah cedera. Dan dengan kemajuan tertentu, itu juga dapat digunakan jika mengungkapkan tanda-tanda awal penyakit melalui peradangan dan pemantauan tumor.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal. Materi canggih.

Apa pendapat Anda tentang investigasi yang menarik ini? Komentar dibawah!

Table of Contents