India telah membuat banyak kemajuan dalam kategori teknologi dan perangkat lunak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah India saat ini telah melakukan banyak upaya untuk mendorong perusahaan baru di negara ini dan telah menarik beberapa perusahaan multinasional ke negara mereka. Amazon didirikan di India 5 tahun yang lalu dan Apple mulai memproduksi iPhone SE di India tahun lalu.

Baru-baru ini Apple juga memutuskan untuk memulai produksi iPhone 6S di India. Ini jelas menunjukkan betapa bagusnya kebijakan ekonomi pemerintah India dan bagaimana mereka bekerja untuk negara mereka. Apple telah mengalihkan produksi ke India ke Wistron. Itu adalah salah satu mitra paling menonjol dari raksasa Cupertino. Wistron mendirikan pabrik di Bangalore tahun lalu untuk mulai memproduksi iPhone SE secara lokal. Laporan menunjukkan bahwa fasilitas yang sama akan digunakan untuk produksi iPhone 6S. Ketika SE diluncurkan, Apple memiliki lebih dari 63% pangsa pasar di segmen premium.
Saat ini, ia tertinggal dari Samsung dan OnePlus. IPhone 6S mewakili hampir 33% dari total penjualan iPhone di negara ini. Ini mungkin alasan mengapa Apple memutuskan untuk membuatnya daripada model lainnya. Produksi diharapkan akan segera dimulai. Beberapa model akan diimpor untuk memenuhi permintaan. Model ‘Made in India’ diharapkan akan dijual dalam beberapa bulan. Alasan utama Apple memutuskan untuk memproduksi ponsel secara lokal adalah karena tarif impor telah sangat meningkat. Pemerintah telah meningkatkan bea impor. Pemerintah menaikkan tarif impor ponsel dari 10 menjadi 15% beberapa tahun yang lalu dan sekarang telah meningkatkannya menjadi 20%.

Tarif pajak yang berlebihan dapat dikreditkan ke Inisiatif Made in India milik Pemerintah, yang diperkenalkan pada tahun 2014 dan berfokus pada 25 sektor termasuk mobil, telepon pintar, dan TI. Apple juga bertujuan untuk membuka dua toko ritel ikonik di Mumbai dan Delhi. Meskipun diproduksi secara lokal, tidak akan ada pemotongan harga. Apple harus mengimpor ponsel sampai kapasitas produksi memenuhi permintaan. Menurunkan harga akan secara substansial mempengaruhi laba, yang mungkin tidak dapat diterima oleh raksasa teknologi.
