Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Kaca bata surya ini membiarkan cahaya masuk dan menghasilkan listrik

Energi matahari ditemukan lebih dari seabad yang lalu sebagai sumber energi listrik. Namun, belum terbukti nilainya sebagai cara yang hemat biaya untuk menghasilkan listrik. Para ilmuwan berusaha menemukan solusi yang lebih baik untuk menuai kekuatan matahari yang secara alami kita diberkati. Sekarang, tim insinyur, matematikawan, dan fisikawan dari University of Exeter telah bersama-sama mengembangkan solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan energi kita dalam bentuk batu bata bertenaga surya.

Batu bata bertenaga surya yang dibuat oleh tim Exeter diharapkan akan membawa revolusi ke masa depan konstruksi, khususnya gedung pencakar langit yang diharapkan akan segera mandiri.

Hasan Baig, seorang pengusaha dan ilmuwan surya, dan Tapas Mallick, seorang ilmuwan energi terbarukan, telah bekerja sama untuk meluncurkan Build Solar, perusahaan yang akan mengurangi listrik yang dikonsumsi oleh bangunan di seluruh dunia. University of Exeter mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Banyak bahan konstruksi yang digunakan di luar bangunan dapat menghasilkan tenaga, dan melakukan sedikit penyesuaian pada proses pembuatan bahan konstruksi dapat memiliki dampak mendasar pada kebutuhan energi planet ini.”

Gambar: Universitas Exeter

Perusahaan ini bertujuan untuk mengembangkan “teknologi yang menjadi bagian dari selubung bangunan” dan, akhirnya, untuk menciptakan infrastruktur di mana semua bangunan mandiri dan menghasilkan dan menyimpan energi di situs yang sama.

Batu bata surya dilapisi dengan set optik pintar yang memfokuskan sinar matahari ke sel-sel kecil di dalamnya. Desainnya juga scalable untuk bangunan yang lebih besar. Fasad kaca cantik yang digunakan di banyak bangunan dapat difungsikan dengan batu bata Solar Squared untuk menghasilkan energi bagi penghuninya sambil tetap membiarkan cahaya masuk. Tapas Mallick berkata:

“Ini adalah perusahaan yang menarik dan harus menangkap imajinasi industri konstruksi ketika ingin mengembangkan blok perkantoran baru dan bangunan publik atau proyek infrastruktur seperti stasiun kereta api dan tempat parkir.”

Proyek ini sedang dalam tahap prototipe sekarang, tetapi tim sedang mencari situs yang sempurna untuk membangun model pertama yang menunjukkan teknologi konsep. Semoga ini akan menarik lebih banyak dana untuk membuat batu bata Solar Squared ini menjadi kenyataan.

Batu bata surya bukanlah teknologi yang pertama, tetapi transparansi balok adalah fitur yang khas; Sel fotovoltaik tidak terlihat dari kejauhan. ‘Tesla’ baru-baru ini mulai menjual panel sunroofnya, dan perusahaan ‘Solar Window’ lainnya juga bekerja pada teknologi daya jendela kaca. Panel sunroof Tesla akan dikenakan biaya $ 65.000 untuk atap 3.000 kaki persegi, tetapi biaya batu bata Solar Squared masih belum diketahui!

Teknologi canggih ini tampaknya menjadi masa depan yang paling cerah dalam kehidupan kita, di mana setiap bagian bangunan kita akan menghasilkan energi listrik. Krisis energi yang mengerikan akan segera menjadi sesuatu dari masa lalu. Harapan besar!

Table of Contents