Di negara-negara maju di seluruh dunia, kualitas hidup adalah perhatian utama. Laporan Global Air terbaru menyatakan bahwa sekitar 95% populasi bumi menghirup udara yang tercemar. Udara yang tercemar didefinisikan sebagai udara yang mengandung partikel polutan halus pada tingkat yang melebihi pedoman kualitas udara global. Efek dari udara yang tercemar ini lebih banyak terjadi pada komunitas miskin daripada di daerah istimewa. Sebuah studi oleh Health Effects Institute (HEI) di Amerika Serikat telah menyatakan bahwa kesenjangan antara daerah yang paling tidak tercemar dan yang paling tercemar meningkat setiap tahun.

Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh meningkatnya polusi. Menurut laporan HEI, pada 2006, ada lebih dari 6,1 juta kematian di seluruh dunia dan semuanya disebabkan oleh efek polusi. Kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke dan penyakit paru-paru kronis adalah masalah terburuk yang terus meningkatkan kesehatan di dunia. Setelah tekanan darah tinggi, diet harian, dan merokok, polusi udara menempati urutan keempat sebagai risiko kesehatan yang mematikan di seluruh dunia. Polusi udara mengambil korban jiwa manusia. Orang-orang dari semua kelompok umur mengunjungi rumah sakit setiap hari karena masalah kesehatan yang semakin meningkat.
Laporan HEI juga termasuk kontaminasi dalam ruangan saat merekam detailnya. Ini juga termasuk polusi yang disebabkan oleh penggunaan kayu, batu bara, dan pupuk kandang untuk pemanasan dan memasak. Menurut catatan 2016, polusi dalam ruangan telah menyebabkan hampir 2,6 juta kematian. Nilai-nilai ini didasarkan pada pengukuran medan yang sebenarnya, pembacaan satelit, dan sumber daya penelitian dan data lainnya. Negara-negara yang paling terkena dampak polusi udara adalah di Timur Tengah, Afrika Barat, dan Afrika Utara.

Membakar bahan bakar padat dan debu mineral yang tersebar adalah penyebab utama kontaminasi di sini. Tingkat kematian akibat polusi meningkat di negara-negara seperti India dan Cina. Kanada, Australia, Finlandia dan Islandia adalah beberapa negara dengan peringkat polusi udara terendah. Hasil studi menunjukkan bahwa hanya 5% dari populasi dunia yang mampu menghirup udara berkualitas, yang memang merupakan solusi serius dan mengancam. Sudah waktunya untuk mengambil tindakan yang tepat di seluruh dunia untuk mengendalikan peningkatan polusi udara. Langkah-langkah ini harus mencakup tidak hanya industri skala besar, tetapi juga rumah tangga kecil. Cina mengambil langkah menuju situasi ini dan menutup 40% pabriknya untuk saat ini. Namun, setiap negara harus mengambil tindakan serius untuk mengatasi masalah serius ini.
