ConforMIS berbasis di Massachusetts dan bekerja sebagai perusahaan biomedis. Perusahaan telah memulai perjalanan baru yang akan mengarah pada kemungkinan lain dengan mengusulkan pendekatan baru untuk operasi penggantian lutut. Dengan menggunakan perangkat lunak pemodelan, teknologi pencitraan CT, dan pencetakan 3D, perusahaan dapat menghasilkan implan spesifik dan unik untuk setiap pasien, dengan kata lain, lutut khusus. Perkembangan ini akan memungkinkan Anda untuk menyingkirkan segala komplikasi yang umumnya timbul setelah prosedur bersyarat yang mencakup rasa sakit yang berasal dari sendi yang tidak stabil.
Fitur pencetakan 3D untuk membuat perangkat khusus pasien yang unik ini membedakannya dari teknik lain. Operasi untuk mengganti lutut dilakukan pada 700.000 orang per tahun menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Masalah-masalah yang muncul selama dan setelah prosedur ini berkisar dari infeksi ringan dan kehilangan darah hingga kasus terburuk trombosis vena dalam. Namun, tim sangat berharap bahwa mereka dapat meningkatkan pendekatan tradisional dengan menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan ini.
Pendekatan ini melibatkan melakukan pemindaian CT pada pinggul, pergelangan kaki, dan lutut pasien, dan kemudian perangkat lunak khusus bekerja dengan mengubah pemindaian yang diperoleh ini ke model 3D yang tepat dari lutut yang rusak (dalam kondisi yang diperbaiki). Selanjutnya, penggunaan model ini mengarah pada penciptaan implan yang dipersonalisasi dan unik dengan instrumen yang dibuat sebagai perangkat unik. 
Menurut klaim perusahaan, implan akan dapat meniru lekukan dan “rasa” dari lutut asli, dan dengan demikian membebaskan pasien dari segala komplikasi yang biasanya berasal dari operasi. Mary Cowles, yang memiliki penggantian lutut konvensional pada tahun 2001, membandingkannya dengan implan ConforMIS dan berkata: “Waktu di rumah sakit, lebih sedikit waktu. Terapi fisik jauh lebih mudah. Saya memiliki gerakan yang jauh lebih cepat. Jika saya tidak melihat bekas luka, saya akan menganggap itu adalah lutut normal saya. “
