Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Pernah bertanya-tanya siapa yang menemukan angka nol? Inilah jawabannya

Konsep ketiadaan atau kekosongan sesuatu belum diketahui manusia, tetapi deskripsi matematis ini dalam hal angka “nol” adalah penemuan yang relatif baru. Konsep nol hanya dikembangkan pada abad ke 5 Masehi. C., dan sebelum itu, matematikawan berjuang untuk melakukan bahkan perhitungan aritmatika yang paling sederhana.

Sejarah awal: irisan miring

Sejarah mengatakan bahwa nol diciptakan secara independen oleh tiga peradaban, Babel, Maya, dan India. Orang Babel menggambar matematika mereka dari bangsa Sumeria, yang dianggap sebagai orang pertama di dunia yang mengembangkan sistem penghitungan.

Sistem Sumeria dikembangkan antara 4.000 dan 5.000 tahun yang lalu, di mana nilai simbol bergantung pada posisi relatifnya sehubungan dengan simbol lainnya. Nol mungkin telah diwakili oleh sepasang irisan miring, mewakili kolom angka kosong.

Sistem Sumeria diteruskan ke Kekaisaran Akkadian dan kemudian ke Babilonia sekitar 300 SM. C. Dalam menganalisis artefak kuno, para sarjana sepakat bahwa peradaban ini telah menemukan metode untuk mengatakan sepuluh dari 100. Pada awalnya, orang Babilonia meninggalkan ruang alih-alih nol, tetapi ketika itu menjadi membingungkan, mereka menciptakan sebuah simbol, irisan sudut ganda, untuk mewakili kolom kosong.

Nol di Amerika

Bangsa Maya juga secara independen menemukan konsep itu enam ratus tahun kemudian dan sekitar 12.000 mil jauhnya dari Babel. Bangsa Maya menggunakan nol ini sebagai pengganti sekitar 350 AD dan menciptakan sistem kalender mereka yang unik dan rumit berdasarkan itu. Seperti yang dijelaskan oleh sejarawan Kaplan, penemuan nol Maya adalah

“Contoh paling mencolok bahwa nol dirancang sepenuhnya dari awal.”

India: tempat Zero menjadi angka

Sampai sekarang, nol bukanlah angka, tetapi hanya konsep atau simbol abstrak. Konsep nol sebagai digit angka pertama kali muncul di India sekitar 458 Masehi. C. Orang India adalah yang pertama menggunakannya dalam persamaan matematika. Dan bahkan sebelum itu, konsep itu dieja dalam puisi atau nyanyian sebagai “kekosongan”, “langit” atau “ruang”.

Pada 628, Brahmagupta, yang adalah seorang astronom dan ahli matematika Hindu, mengembangkan simbol nol yang ditunjukkan oleh titik di bawah angka. Ia juga dipercaya telah mengembangkan operasi matematika menggunakan nol, seperti mencapai nol melalui penjumlahan dan pengurangan, dan bagaimana menggunakan angka dalam persamaan.

Nol mendapatkan bentuk modernnya

Setelah terobosan ini, konsep ini diadopsi oleh Cina dan Timur Tengah. Menurut Nils-Bertil Wallin dari YaleGlobal, nol mencapai pusat kemajuan pendidikan di masa keemasan Muslim, Baghdad pada 773, dan menjadi bagian dari sistem penomoran Arab.

Kemudian seorang ahli matematika Persia bernama Mohammed ibn-Musa al-Khowarizmi memberikan angka itu bentuk lingkaran kecil, yang dalam bahasa Arab disebut “sifr” atau “void”. Al-Khowarizmi kemudian membangun ini untuk menciptakan aljabar di abad ke-9, dan juga mengembangkan metode yang lebih cepat untuk melakukan penggandaan dan pembagian angka yang dikenal sebagai algoritma yang sebenarnya merupakan korupsi namanya.

Table of Contents