Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Serangan cyber dapat memicu senjata nuklir, kata pakar keamanan

Menurut penelitian oleh Chatham House, Royal Institute of International Affairs, peningkatan jumlah senjata nuklir di seluruh dunia jauh lebih berbahaya bagi kemanusiaan daripada serangan dunia maya, karena rudal yang ditembakkan dapat memusnahkan seluruh kota dalam hitungan detik. . Sistem kontrol senjata pada awalnya dibuat pada masa pra-digital dan sangat rentan terhadap peretas. Senjata nuklir adalah jantung dan jiwa dari kekuatan militer mana pun, tetapi sistem kendalinya sudah tua dan lebih rentan terhadap serangan dunia maya daripada perangkat elektronik lainnya.

Tiga dekade lalu, senjata nuklir dilengkapi dengan sistem keamanan dasar. Inggris lebih suka mempercayai prajurit mereka. Amerika mulai membongkar bom melalui mekanisme penguncian elektromekanis. Sedikit yang diketahui tentang Rusia. Di tahun-tahun mendatang, sebuah teknologi baru diperkenalkan yang membuat pekerjaan lebih mudah, tetapi juga menjadikannya sasaran empuk bagi peretas. Serangan cyber tidak hanya dapat memanipulasi data online, mereka bahkan dapat sepenuhnya mengakses perangkat yang secara fisik dan nirkabel terputus dari Internet atau perangkat lain. Penyelidikan juga menyebutkan virus Stuxnet, yang mampu memanipulasi Program Nuklir Iran hanya dengan memasukkan stik USB, dan juga bagaimana Amerika menyusup dan merusak uji coba rudal Korea Utara.

Contoh lain termasuk kasus kapal selam rudal balistik nuklir, yang dianggap aman dari serangan dunia maya. Kapal selam ini tetap berada di bawah air setiap saat dan menggunakan kontak radio minimal pada interval waktu yang tidak sama. Namun, mereka dapat menjadi rentan jika microchip terhubung ke sistem. Ini bisa jauh lebih berbahaya daripada membajak kapal selam dari jarak jauh atau meluncurkan rudal darinya.

Penelitian menjelaskan bahwa di masa damai, menemukan serangan cyber sulit karena informasi yang masuk mungkin merupakan upaya untuk menyabotase. Di masa perang, serangan semacam itu dapat menyebabkan kekacauan dan ketegangan lebih lanjut. Menjelang akhir, penelitian ini mengusulkan beberapa solusi, seperti pelatihan melawan serangan dunia maya, tes yang dilakukan oleh produsen bahwa produk tidak dapat dikompromikan atau tidak, dan uji kerentanan dan kegagalan sistem secara berkala.

Solusi lain yang diusulkan adalah penggunaan AI untuk mempertahankan sistem dan serangan balik musuh. Tetapi, para peneliti menjelaskan, jika AI dikompromikan, hal-hal akan berputar di luar kendali.
Mari kita menyilangkan jari kita untuk dunia yang lebih aman!

Table of Contents