Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Shell berencana untuk menyelamatkan kita dari perubahan iklim dengan membuat asumsi berbahaya

Perusahaan minyak Royal Dutch Shell menerbitkan strategi yang disebut ‘adegan surga’. Ini adalah tampilan masa depan energi dan iklim di tahun-tahun mendatang. Surga adalah “panggung”, bukan prediksi atau peta jalan bagi Shell. Mereka telah menggambarkan ke mana arah salah satu industri bahan bakar fosil terbesar dalam dekade mendatang. Skenario menunjukkan bahwa dengan dukungan yang cukup dari pemerintah dan pemimpin industri, kita dapat melihat penurunan yang signifikan dalam konsumsi bahan bakar fosil sekitar tahun 2040. Skenario ini memperkirakan bahwa produksi minyak diperkirakan akan memuncak pada pertengahan 2015. tahun 2020-an.

Tergantung pada skenario, produksi gas alam juga akan mulai menurun pada akhir 2030-an. Produksi batubara sudah menghadapi penurunan dan bahan bakar fosil akan menghasilkan kurang dari 50% energi dunia pada tahun 2050. Namun, Angka-angka ini mungkin terlihat bagus, namun para ahli menyarankan jenis pendekatan ini tidak cukup cepat. Masalah utama terkait dengan “anggaran karbon” Bumi, yaitu jumlah CO2 yang bisa kita masukkan ke atmosfer. Jika emisi CO2 terus meningkat seperti yang diprediksi oleh skenario Shell, kita akan mencapai batas itu pada tahun 2025. Skema Shell juga telah memberikan gambaran optimis tentang ekonomi netral karbon pada tahun 2070. Namun, oposisi yang kurang optimis mengatakan bahwa pada saat itu akan. sudah terlambat saat itu

Shell menyesuaikan angka-angkanya dengan mengurangi anggaran iklim dengan mengadopsi teknologi yang disebut ‘penangkapan dan penyimpanan karbon’ (CCS). Ini sangat menjanjikan secara teori tetapi tidak ada dalam praktiknya. CCS sangat penting dan diharapkan menjadi teknologi yang sangat berharga. Dengan CCS, karbon dioksida akan dikeluarkan dari udara dan terkubur dalam-dalam di tanah. Dengan cara ini, CO2 tidak akan menjadi penyebab pemanasan global.

Shell membayangkan masa depan di mana teknologi CCS akan digunakan secara luas pada tahun 2050. Ini akan menghasilkan nol emisi bersih pada tahun 2070 dan emisi negatif pada tahun 2100. CCS lebih merupakan ide daripada solusi saat ini. Ada sangat sedikit fasilitas CCS yang beroperasi saat ini, tetapi mereka sangat kecil dan berjalan dengan emisi pabrik bahan bakar fosil daripada menyerap karbon dari atmosfer. Ada juga teknologi yang lebih maju, namun mereka hanya berhasil di laboratorium.

Shell tidak hanya mempercayai CCS untuk membuat angka-angka mereka bekerja, tetapi Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim juga sangat bergantung pada versi CCS yang melibatkan biomatter. Ini disebut ‘bioenergi penangkapan dan penyimpanan karbon’ atau BECCS. Usulannya juga untuk menjaga agar pemanasan di bawah 2 derajat Celcius. Dalam beberapa dekade, pemasangan CCS akan menjadi hal biasa. Skenario Shell telah memperkirakan 10.000 pada tahun 2070. Ini juga didasarkan pada asumsi bahwa kita akan menemukan cara untuk membuat CCS menyebar dan menguntungkan. Masih ada peluang bahwa teknologi ini masih berkembang terlambat untuk memiliki dampak yang signifikan.

Table of Contents