Ini lebih seperti mimpi pencinta lingkungan bahwa sebuah pabrik menghisap karbon dioksida dari udara dan mengubahnya menjadi bahan bakar yang dapat digunakan sebagai bahan bakar di mobil dan pesawat. Mimpi ini telah direalisasikan oleh tim ilmuwan dari Universitas Harvard dan Teknik Karbon. Jika proses ini dilaksanakan dalam skala besar, ini bisa menjadi masa depan yang sangat menjanjikan untuk perubahan iklim. Pada 2011, para ahli memperkirakan bahwa biayanya setidaknya $ 600 untuk menghilangkan satu metrik ton karbon dioksida dari atmosfer. Pendekatan terakhir dapat menghilangkan jumlah karbon dioksida yang sama hanya dengan $ 94.

Ini terutama didasarkan pada proses dan teknik yang sudah ada sebelumnya, seperti menara pendingin dan pabrik kertas. Teknik ini melibatkan tiga langkah utama untuk melakukan konversi. Pertama-tama menyedot udara luar ke kontraktor pabrik dan kemudian memaparkannya ke cairan alkali. Ketika udara bertemu dengan basa kuat, itu berubah menjadi air cair yang mengandung karbon dioksida. Di pabrik, ia mengalami banyak reaksi kimia dan kemudian memisahkan basa dari asam. Teknik ini umumnya dilakukan di pabrik kertas. Pada akhirnya, karbon dioksida bergabung dengan hidrogen dan berubah menjadi bahan bakar cair, termasuk yang digunakan untuk menyalakan mobil dan pesawat. Para peneliti sangat optimis dan berharap dengan teknik ini.

Para ilmuwan telah menguji teknologi di pabrik percontohan di Squamish, British Columbia, dan tim berusaha mengumpulkan dana untuk membangun versi skala industri dari pabrik tersebut. Jika percobaan ini berhasil, itu akan memberikan solusi untuk beberapa bagian ekonomi yang paling sulit didekarbonisasi, yaitu manufaktur baja dan semen atau perjalanan udara jarak jauh. Penghapusan karbon dioksida akan mewakili antara tiga dan lima persen dari PDB dunia. Ken Caldeira, seorang ilmuwan senior di Carnegie Institution, mengatakan: “Ini menempatkan batas atas seberapa mahal untuk menyelesaikan masalah iklim, karena ada banyak cara untuk mengurangi emisi kurang dari $ 100 per ton.”
