Ilmuwan iklim baru-baru ini mengungkapkan bahwa 2016 adalah tahun terhangat, mengalahkan 2015 dan 2014 untuk “penghargaan” yang menyeramkan. Tonggak sejarah ini juga menunjukkan bahwa 16 dari 17 tahun terhangat telah terjadi sejak tahun 2001, dan setiap tahun yang akan datang lebih hangat daripada yang terakhir.
Sementara banyak penyangkal perubahan iklim akan terus mengklaim bahwa ini tidak benar, para peneliti berencana untuk menyajikan lebih banyak bukti untuk menyebarkan kesadaran tentang masalah yang muncul untuk mencegah dunia bergerak perlahan menuju malapetaka yang akan datang.
Berikut adalah beberapa grafik yang dirilis oleh NASA dan media untuk menggambarkan kenyataan suram bahwa 2016 adalah yang terpanas dalam catatan.
Animasi pemecahan rekor dari tahun-tahun hangat NASA
Kredit gambar: NASA / EART OBSERVATORY.JOSHUA STEVENSAnimasi di atas yang dirilis oleh para ilmuwan NASA menunjukkan tren pemanasan jangka panjang selama bertahun-tahun, bersama dengan rekor tahun-tahun hangat yang terdaftar di sisi kanan.
Grafik ini, yang juga mencakup data suhu Kutub Utara, jelas menunjukkan bahwa 2016 mengungguli awal 1800-an dan 1900-an. Kutub Utara mencatat rekor suhu selama 2016, dan juga mencatat tingkat es laut yang rendah bersama dengan perubahan lingkungan luas lainnya.
Tren suhu yang bijaksana dekade ini
GAMBAR: BOB AL-GREENE / MASHABLETabel di atas menggambarkan penyimpangan dari rata-rata 1951-1980 per dekade. Ini jelas mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi pada abad sebelumnya tidak terjadi tanpa biaya lingkungan yang tinggi.
Peningkatan yang dipercepat dalam suhu rata-rata global terbukti, dengan dekade saat ini mengakumulasi suhu tertinggi.
Anomali suhu menunjukkan dunia memerah
Video di atas dirilis oleh NASA dan NOAA, yang menggambarkan perkembangan kenaikan suhu dari waktu ke waktu, dan akhirnya menutupi seluruh planet dengan warna oranye dan merah saat kami mencapai beberapa dekade terakhir.
Menurut statistik NOAA, suhu permukaan daratan dan lautan global 0,94 derajat Celcius, atau 1,69 derajat Fahrenheit, lebih tinggi dari rata-rata abad ke-20. 2016 memecahkan rekor 2015 sebesar 0,04 derajat Celcius, atau 0,07 derajat Fahrenheit, dan delapan bulan pertama tahun ini juga menciptakan rekor kehangatan rekor.
Dengan menggunakan metode yang berbeda, NASA menyimpulkan bahwa rata-rata suhu permukaan global tahun lalu adalah 0,99 derajat Celcius, atau 1,78 derajat Fahrenheit lebih hangat daripada rata-rata abad ke-20.
Menurut Anda bagaimana kita dapat memperbaiki situasi pemanasan global? Komentar dibawah!
