Cara Membuat Website Atau Blog Pada Tahun 2020 - Panduan Gratis Dan Mudah Untuk Membangun Website

Kamera paling canggih di dunia akan mencari kehidupan di luar bumi

Sebuah tim fisikawan dan astronom telah menciptakan kamera tercanggih di dunia yang disebut Darkness. Perangkat berukuran koper tidak dibuat untuk mengambil gambar, tetapi untuk mendeteksi planet di sekitar bintang terdekat dan mencari kehidupan di luar bumi. Tidak mudah bagi laboratorium berbasis bumi untuk mencari exoplanet karena cahaya dari benda langit terdistorsi saat melewati atmosfer bumi dan ketika mencapai kita dari exoplanet, ia benar-benar redup. Benjamin Mazin, seorang ahli fisika di University of California, mengatakan: “Secara teknis itu sangat menantang karena bintang itu setidaknya sejuta kali lebih terang daripada planet ini.”

Cahaya terang dari bintang-bintang cenderung menghilangkan cahaya dari exoplanet. Ray Jayawardhana, profesor fisika dan astronomi di Universitas York, Kanada, mengatakan: “Ini seperti mencoba membuat bara redup di sebelah reflektor yang terang bermil-mil jauhnya.” Kegelapan dapat mengatasi kedua masalah dengan menyaring cahaya dari masing-masing bintang dan mengkompensasi distorsi atmosfer menggunakan cermin khusus yang berubah bentuk ribuan kali per detik untuk memperbaiki kekaburan atmosfer yang mengganggu.
Bruce Macintosh, seorang fisikawan Stanford yang tidak terlibat dalam proyek tersebut, mengatakan: “Ini adalah teknologi yang cukup mengesankan. Hal kuat tentang mendeteksi secara langsung planet-planet ini adalah kita dapat mengukur cahayanya dan melihat komposisinya. “

Karena tantangannya adalah dengan observatorium berbasis darat, pencarian exoplanet terutama didasarkan pada observatorium ruang angkasa seperti Teleskop Luar Angkasa Kepler dan Satelit Transit Exoplanets Survey (TESS) yang baru diluncurkan. Satelit-satelit ini mendeteksi exoplanet dengan memindai kosmos untuk transit. Ini adalah tetes cahaya berkala dari bintang yang terjadi ketika sebuah planet lewat di depannya. Cahaya dari sebuah planet ekstrasurya akan membantu para astronom menentukan apakah atmosfernya mengandung hidrogen, metana, atau bahan kimia lain yang menunjukkan bahwa planet ini dapat mendukung kehidupan. Menurut Jayawardhana, selain membantu para astronom melihat exoplanet, Darkness juga “menawarkan kemungkinan untuk mengungkapkan populasi exoplanet yang sepenuhnya baru yang biasanya di luar ruang lingkup teknik deteksi lainnya.”

Kegelapan dibangun untuk teleskop Hale di Palomar Observatory dekat San Diego. Mazin mengatakan kamera ini mampu mendeteksi exoplanet seukuran Jupiter. Dia mengatakan kamera pada akhirnya bisa mendeteksi planet luar angkasa sekecil Bumi. Tujuan utama tim ini adalah untuk membangun versi Darkness yang ditingkatkan untuk Teleskop setinggi tiga puluh meter yang akan berada di sebuah observatorium besar di atas Mauna Kea, sebuah gunung berapi di pulau Hawaii. Observatorium diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Table of Contents